Monday, 31 October 2011

ANTARA TAQLID DAN ITTIBA'





Berikut kita perhatikan peryataan para Imam Mazhab.



1 - أبو حنيفة رحمه الله



فأولهم الإمام أبو حنيفة النعمان بن ثابت رحمه الله وقد روي عنه أصحابه أقوالا شتى وعبارات متنوعة كلها تؤدي إلى شيء واحد وهو وجوب الأخذ بالحديث وترك تقليد آراء الأئمة المخالفة لها :

1 - ( إذا صح الحديث فهو مذهبي ) . ( ابن عابدين في " الحاشية " 1 / 63 )

2 - ( لا يحل لأحد أن يأخذ بقولنا ما لم يعلم من أين أخذناه ) . ( ابن عابدين في " حاشيته على البحر الرائق " 6 / 293 )

وفي رواية : ( حرام على من لم يعرف دليلي أن يفتي بكلامي )

زاد في رواية : ( فإننا بشر نقول القول اليوم ونرجع عنه غدا )

وفي أخرى : ( ويحك يا يعقوب ( هو أبو يوسف ) لا تكتب كل ماتسمع مني فإني قد أرى الرأي اليوم وأتركه غدا وأرى الرأي غدا وأتركه بعد غد )

3- ( إذا قلت قولا يخالف كتاب الله تعالى وخبر الرسول صلى الله عليه وسلم فاتركوا قولي ) . ( الفلاني في الإيقاظ ص 50 )





Abu Hanifah ( Mazhab Hanafi )

Saturday, 29 October 2011

Beberapa Kesalahan Dilakukan Oleh Jamaah Haji


Pertama : Beberapa Kesalahan Dalam Ihram

Melewati miqat dari tempatnya tanpa berihram dari miqat tersebut, sehingga sampai di Jeddah atau tempat lain di daerah miqat, kemudian melakukan ihram dari tempat itu. Hal ini menyalahi perintah Rasul صلی الله عليه وسلم yang mengharuskan setiap jama'ah haji agar berihram dari miqat yang dilaluinya.

Maka bagi yang melakukan hal tersebut, agar kembali ke miqat yang dilaluinya tadi, dan berihram dari miqat itu kalau memang memungkinkan. Jika tidak mungkin, maka ia wajib membayar fidyah dengan menyembelih binatang kurban di Mekkah dan memberikan keseluruhannya kepada orang-orang fakir. Ketentuan tersebut berlaku bagi yang datang lewat udara, darat maupun laut.

Jika tidak melintasi salah satu dari kelima miqat yang sudah maklum itu, maka ia dapat berihram dari tempat yang sejajar dengan miqat pertama yang dilaluinya.

Kedua : Beberapa Kesalahan Dalam Tawaf

[1] Memulai tawaf sebelum Hajar Aswad, sedang yang wajib haruslah dimulai dari Hajar Aswad.

[2] Tawaf didalam Hijr Ismail. Karena yang demikian itu berarti ia tidak mengelilingi seluruh Ka'bah, tapi hanya sebagiannya saja, karena Hijir Ismail itu termasuk Ka'bah. Maka dengan demikian Tawafnya tidak sah (batal).

[3] Ramal (berjalan cepat) pada seluruh putaran yang tujuh. Padahal ramal itu hanya dilakukan pada tiga putaran pertama, dan itupun tertentu dalam tawaf Qudum saja.

[4] Berdesak-desakan untuk dapat mencium Hajar Aswad, dan kadang-kadang sampai pukul-memukul dan saling mencaci-maki. Hal itu tidak boleh, karena dapat menyakiti sesama muslim disamping memaki dan memukul antar sesama muslim itu dilarang kecuali dengan jalan yang dibenarkan oleh Agama. Tidak mencium Hajar Aswad sebenarnya tidak membatalkan Tawaf, bahkan Tawafnya tetap dinilai sah sekalipun tidak menciumnya. Maka cukuplah dengan berisyarat (mengacungkan tangan) dan bertakbir disaat berada sejajar dengan Hajar Aswad, walaupun dari jauh.

Antara Adat dan Ibadah (Kitab Usulul Bid'ah Syeikh Ali bin Hasan Al-Halabi)


Ini adalah sub kajian yang sangat penting yang membantah anggapan orang yang dangkal akal dan ilmunya, jika bid’ah atau ibadah yang mereka buat diingkari dan dikritik, sedang mereka mengira melakukan kebaikan, maka mereka menjawab : “Demikian ini bid’ah ! Kalau begitu, mobil bid’ah, listrik bid’ah, dan jam bid’ah!”

Sebagian orang yang memperoleh sedikit  dari ilmu fiqih terkadang merasa lebih pandai daripada ulama Ahli Sunnah dan orang-orang yang mengikuti As-Sunnah dengan mengatakan kepada mereka sebagai pengingkaran atas teguran mereka yang mengatakan bahwa amal yang baru yang dia lakukan itu bid’ah seraya dia menyatakan bahwa “asal segala sesuatu adalah diperbolehkan”.

Tuesday, 25 October 2011

Hadits Seputar Penciptaan Adam


Beberapa hadits Seputar penciptaan Adam 'Alaihissalam
.Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa,dari  Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang berasal dari seluruh penjuru bumi.Oleh karena itu keturunan Adam lahir sesuai kandungan bumi,ada yang putih,merah,hitam dan ada yang campuran diantara semua.Ada yang  buruk,ada yang baik,ada yang mudah,ada yang sulit dan ada yang diantara itu."(HR Ahmad,di shahihkan AL-Albani)
.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ketika Allah meniupkan ruh pada Adam,dan ketika ruh itu telah sampai di kepala,Adam bersin,lalu dia mengucap,"Alhamdulillahi Rabbil 'alamin"maka Allah Tabaraka wa Ta'ala berkata kepadanya,"Yarhamukallah".(HR Ibnu Hibban,dishahihkan Al-Albani)

Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

Thursday, 20 October 2011

TATA CARA DAN ADAB MAKAN SESUAI SUNNAH


TATA CARA MAKAN
1.Memulainya dengan Bismillah dan menyudahinya dengan alhamdulillah

Diriwayatkan dari Aisyah r.anha ia berkata:"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:"Apabila salah seorang diantara kamu makan,maka sebutlah nama Allah Azza wa Jalla.Jika ia lupa menyebut nama Allah ketika memulai makan,maka ucapkanlah:"Dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan akhirnya."(HR Abu Dawud:3767 Dan Tirmidzi:1858 dan ia berkata,"Hadits ini hasan".)

Diriwayatkan dari Jabir ra,ia berkata:"Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:"Apabila seseorang masuk rumah kemudian menyebut nama Allah Azza Wa  Jalla sewaktu ia masuk ke dalam  rumahnya dan sewaktu ia makan,maka syaitan berkata kepada teman-temannya,"Kamu tidak ada tempat untuk singgah (didalamnya) dan tidak ada jatah makan."Dan apabila ia masuk kedalam rumahnya ia tidak menyebut nama Allah SWT,maka syaitan berkata,"Kamu dapat tinggal".Dan apabila ia tidak menyebut nama Allah ketika makan,maka syaitan berkata,"Kamu dapat tempat tinggal dan jatah makan."(HR Muslim:2018)

Diriwayatkn dari Umayyah bin Makhsyi  Ash Shahaby ra,ia berkata,"Pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk dan (di depannya) ada seseorang  yang  sedang makan dan tidak meyebut nama  Allah,sampai tidak ada yang tersisa dari makanannya kecuali tinggal satu suap.Ketika ia mengangkat makanan itu ke mulutnya,beliau bersabda:"Ucapkanlah dengan menyebut nama Allah pada permulaan dan akhirnya."Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tertawa,lalu bersabda:"Syaitan akan terus ikut makan bersamanya.Namun ketika ia menyebut nama Allah,maka syaitan akan memuntahkan makanan yang ada dalam perutnya."(HR Abu Dawud:3768 dan Nasa'I dalam sunan Kubra:10113 dan di shahihkan Albani)

Diriwayatkan dari Abu Umamah ra,bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah mengangkat hidangannya (setelah makan) beliau mengucapkan:"Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak,baik dan penuh berkah yang  tiada batas dan sangat dibutuhkan,ya Tuhan kami."(HR Bukhari:5458)

Diriwayatkan dari Muadz bin Anas ra,ia berkata,"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:"Apabila seseorang telah selesai makan maka ucapkanlah:"Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makanan ini kepadaku,dan telah mengaruniakan rizki ini dengan tiada daya dan kekuatan dari diriku,"maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni."(HR Abu Dawud:4032 dan Tirmidzi:3458 ia berkata,"Hadits ini hasan")


Tuesday, 18 October 2011

WANITA


Wanita


1. Wanita adalah belahan separo (yang sama) dengan pria. (HR. Abu Dawud dan Ahmad)

2. Jihadnya kaum wanita ialah haji dan umroh. (HR. Ahmad)

3. Diperlihatkan kepadaku neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, "Apakah mereka kufur kepada Allah?" Nabi Saw menjawab, "Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan (kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan kepada seorang dari mereka sepanjang umur lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya dia akan berkata, "Kamu belum pernah berbuat baik kepadaku." (HR. Bukhari)

4. Wahai kaum wanita,

SUJUD TILAWAH (SUJUD AL-QUR'AN)


556. Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "(Surah Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan yang di dalamnya terdapat ayat sajdah ialah surah an-Najm, maka 6/52) Nabi membaca surah an-Najm di Mekah, kemudian beliau sujud. Maka, sujud pula orang yang bersama beliau dari kaum itu selain orangtua yang mengambil segenggam kerikil atau debu lalu diangkat ke dahinya. Kemudian orangtua itu sujud di atasnya seraya berkata, 'Ini cukup bagiku.' Maka, sungguh saya melihat sesudah itu ia dibunuh dalam keadaan kafir (kepada Allah 4/239, dan ia adalah Umayyah bin Khalaf)."
Bab Ke-1: Sujud dalam Surah Tanzil as-Sajdah

Saturday, 15 October 2011

Bab.Talak (Shahih Muslim)


Kitab Talak



1. Haram menceraikan wanita yang sedang haid tanpa redanya. Jika suami melanggar, talak tetap terjadi (sah) namun ia diperintahkan merujuknya kembali
  • Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
    Bahwa Ia menceraikan istrinya dalam keadaan haid pada masa Rasulullah saw. Lalu Umar bin Khathab menanyakan kejadian tersebut kepada Rasulullah saw., beliau menjawab kepada Umar: Perintahkanlah ia untuk merujuknya kembali kemudian biarkanlah sampai ia suci, lalu haid lagi, kemudian suci lagi. Kemudian setelah itu kalau ingin ia dapat menahannya, dan kalau ingin (menceraikan) ia juga dapat menceraikannya sebelum menyentuhnya. Itulah masa idah yang diperintahkan oleh Allah Taala bagi wanita yang diceraikan. (Shahih Muslim No.2675)
2. Wajib membayar kafarat bagi orang yang mengharamkan istrinya namun ia tidak berniat mentalak
  • Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
    Bahwa ia pernah berkata tentang masalah orang yang mengharamkan istrinya, maka hal itu merupakan sumpah yang harus ia bayar kafaratnya. Selanjutnya Ibnu Abbas berkata: Sesungguhnya bagi kamu dalam diri Rasulullah saw. itu telah ada suri teladan yang baik. (Shahih Muslim No.2692)
  • Hadis riwayat Aisyah ra.:

Sumpah Li'an (Shahih Muslim)


Kitab Sumpah Li`an


  • Hadis riwayat Sahal bin Sa`ad As-Saidi ra.:
    Bahwa Uwaimir Al-`Ajlani datang menemui `Ashim bin Adi Al-Anshari, ia berkata kepadanya: Wahai `Ashim, apakah pendapatmu seandainya seorang suami mendapati lelaki lain sedang bersama istrinya, apakah ia boleh membunuhnya kemudian kamu akan membunuhnya lagi (kisas)? Atau apakah yang harus ia perbuat? Tolonglah tanyakan hal itu kepada Rasulullah wahai `Ashim! Kemudian `Ashim menanyakan perihal itu kepada Rasulullah saw. Namun beliau tidak menyukai sekaligus mencela pertanyaan semacam itu, sehingga `Ashim merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya mendengar jawaban Rasulullah saw. Ketika `Ashim kembali ke keluarganya, datanglah Uwaimir menemuinya dan bertanya: Wahai `Ashim, apakah yang disabdakan Rasulullah saw. kepadamu? `Ashim berkata kepada Uwaimir: Tidak ada kabar baik, Rasulullah saw. tidak menyukai permasalahan yang aku tanyakan. Uwaimir berkata: Demi Allah, aku tidak akan berhenti kecuali setelah menanyakannya langsung kepada beliau. Maka berangkatlah Uwaimir menemui Rasulullah saw. yang saat itu sedang berada di tengah-tengah orang banyak. Lalu ia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana menurut pendapatmu jika ada seorang suami mendapati lelaki lain bersama istrinya, apakah ia boleh membunuhnya kemudian kamu sekalian akan membunuhnya juga (kisas)? Atau apakah yang harus dia lakukan? Rasulullah saw. bersabda: Telah turun wahyu mengenai urusanmu dan istrimu, pergilah dan datangkanlah istrimu kemari! Sahal berkata: Mereka berdua lalu melakukan sumpah li`an sedangkan berikut orang-orang yang lain masih berada di dekat Rasulullah saw. Setelah keduanya selesai bersumpah li`an, Uwaimir berkata: Aku telah berdusta kepadanya, wahai Rasulullah, jika aku terus menahannya. Maka akhirnya Uwaimir menceraikan istrinya dengan talak tiga sebelum Rasulullah saw. menyuruhnya. (Shahih Muslim No.2741)
  • Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

KEUTAMAAN MADINAH




Bab 1: Kesucian Kota Madinah

901. Anas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Madinah itu haram (tanah suci) dari ini sampai ini, tidak boleh dipotong (ditebang) pohonnya, dan tidak boleh dilakukan bid'ah di dalamnya. Barangsiapa yang membuat bid'ah (atau melindungi orang yang berbuat bid'ah) di dalamnya, maka ia terkena laknat Allah, malaikat, dan manusia seluruhnya."

902. Abu Hurairah r.a. berkata, "Seandainya saya melihat biawak memakan rumput di Madinah, niscaya saya tidak akan menghardiknya." Nabi saw. bersabda, "Apa yang ada di antara dua batu hitam (tanda pembatas) Madinah itu diharamkan lewat lisanku." (Dalam satu riwayat: "Apa yang ada di antara dua batu hitam Madinah adalah haram.") Abu Hurairah berkata, "Nabi mendatangi bani Haritsah, lalu beliau bersabda, "Saya kira kalian wahai bani Haritsah, telah keluar dari Tanah Haram." Kemudian beliau berpaling dan bersabda, "Namun, kalian masih ada di Tanah Haram."

Bab 2: Keutamaan Madinah dan Bahwa Madinah Itu Melenyapkan Manusia yang Buruk-Buruk