Showing posts with label menunggu fajar. Show all posts
Showing posts with label menunggu fajar. Show all posts

Monday, 14 March 2011

AKU AKAN KEMBALI KE PANGKUANMU WAHAI IBUNDA

Aku akan kembali wahai ibunda...untuk mencium keningmu yang suci

Aku akan menumpahkan seluruh kerinduanku dan aku akan menghirup wanginya tangan Kananmu

Aku akan menghamparkan pipiku di pasir yang ada di kedua kakimu jika bertemu denganmu ibunda

Aku akan membasahi tanah dengan air mataku...karena bertemu denganmu

Betapa sering engkau terhalang dari tidur malam agar aku tertidur pulas menutup kedua pelupuk mataku

Betapa sering lehermu kering kehausan untuk bisa menghilangkan dahagaku dengan lembut dan kasih sayangmu

Dan pada hari tatkala aku sakit...tidak akan aku lupakan air matamu yang mengalir seperti derasnya hujan

Dan tidak akan aku lupakan matamu yang bergadang menahan ngantuk karena menghawatirkan aku

Hari itu dimana kita berpisah di pagi hari...sungguh itu adalah pagi yang menyedihkan bagiku

Kata-kata yang tidak mampu mengungkapkan kesedihanmu akibat kepergianku

Dan engkau mengutarakan suatu perkataan padaku yang selalu ingat sepanjang kehidupanku:

Tidak akan kamu mendapatkan dada yang lebih lembut dan sayang kepadamu dari pada dadaku

Allah pemilik alam semesta ini telah berwasiat kepadaku untuk berbakti kepadamu hingga akhir hayatku

Keridhoanmu merupakan kunci kesuksesan...dan mencintaimu adalah cahaya keimananku

Dengan ketulusan do'amu sirnalah kesulitan dan kesedihan

Kecintaanku tulus kepadamu tidak akan terbagi kepada seorangpun

Ibunda...kau menyertai gerakan hatiku dan engkau adalah cahaya pandanganku

Ibunda,engkau adalah senandung yang menyertai lisanku...dengan memandangmu maka hilanglah kegelisahanku

Aku akan kembali kepadamu wahai ibunda,esok...dan aku akan beristirahat dari perjalanan jauhku

Maka aku akan memulai lembaran baruku bersamamu ibunda...ranting-rantingpun akan terhias dengan bunga.

اللهم اغفرلى ولوالدي ورحمهما كما ربياني صغيرا

Tuesday, 1 March 2011

Empat Macam Orang

      Berkata Al-Kholil bin Ahmad:"Orang-orang itu ada 4 macam:
1.Seorang yang mengetahui dan tidak mengetahui bahwasannya ia mengetahui.Itulah orang yang lalai,maka ingatkanlah ia.
2.Seorang yang tidak tahu dan ia mengetahui bahwasannya ia tidak tahu.Itulah orang jahil(bodoh),maka ajarilah ia.
3.Seorang yang mengetahui dan ia tahu bahwasannya ia mengetahui.Itulah orang yang pandai,maka ikutilah ia.
4.Seorang yang tidak tahu dan ia tidak tahu bahwasannya ia tidak mengetahui.Itulah orang TOLOL,maka jauhilah ia.(Atsar riwayat Al-Baihaqi dalam Al-Makhdol ila sunan Kubro).



Sesuai dengan Firman Allah dalam surat Al-Isro':"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang tidak kamu mempunyai pengetahuan tentangnya.Sesungguhnya pendengaran,penglihatan dan hati,semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya".(QS AL isro':36)
Rasulullah SAW bersabda:"Jika diserahkan urusan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah tibanya hari kiamat".(HR Bukhori).

Sunday, 27 February 2011

MERANTAU

Inilah jalan hidup yang kupilih saat ini dan yang telah Engkau pilihkan dan telah Engkau tulis jauh sebelum aku ada.Bukan karena bodoh atau tak punya daya "aku" di negriku.Sungguh,karena ini adalah garis takdir-MU.


Intinya adalah memperbaiki nasib,tapi bukan itu yang harus aku niatkan karena itu adalah hiasan semata la'ibuwwazinah.Ibadah harus kusertakan dalam niatku,Barokah-MU yang harus aku cari dan Ridho-MU yang harus menjadi tujuanku.


Mungkin dengan aku di sini,aku tahu apa yang ada disini dan yang tak ada di sana.Dengan aku disini,mungkin aku akan lebih tahu dan mengerti bagaimana menghargai orang lain,tentang rasa,karya dan hak.


Dengan aku di sini,aku ingin mengerti arti hidup sesungguhnya.Aku ingin tahu seperti apa hidup jauh dari mereka yaitu my family,aku ingin belajar bagaimana susahnya seorang "BAPAK".Aku ingin mengukur diriku,kemampuanku.Dengan aku di sini,jauh dari mereka...apa aku akan tetap menjalankan ibadahku yaitu benar-benar ikhlas untuk-MU tanpa ada siapa pun dari keluargaku yang menegurku ketika aku menjalankan maksiat,tanpa ada seorang pun dari keluargaku yang memerintahku untuk beribadah kepada-MU.Aku ingin menjadi lelaki yang lebih baik.Dan nilaiku tetap Engkau nilai di akhir hayatku oleh karena itu aku memohon kepada-MU bikhusnil khotimah di akhir hayatku untukku,bapak ibuku dan nasabku.


KERENDAHAN HATI

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar,tetapi belukar yang baik yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup jadi belukar
Jadilah saja rumput,tetapi rumput yang memperkuat tanggul di pinggiran jalan
Kalau kamu tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten.Tentu harus ada awak kapalnya
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadi tinggi nilai dirimu
Jadilah saja dirimu,Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri.(Taufik Ismail)