Monday, 25 July 2011

Syair Aminah (Ibunda Rasulullah SAW) Ketika Ditinggal Mati Abdullah (Ayahanda Rasulullah SAW)


Makam para syuhada'
Makam Utsman ibnu Affan ra
Saat berita kematian Abdullah sampai ke Makkah,Aminah,sang istri meratapi kepergian sang suami dengan untaian bait syair yang sangat indah dan menyentuh:


Seorang cucu Hasyim tiba membawa kebaikan di dekat Bathha'

Keluar mendampingi lahad tanpa suara yang jelas
Rupanya kematian mengundangnya lantas disambutnya
Ia (kematian) tak pernah mendapatkan orang semisal cucu Hasyim

    Disaat mereka tengah memikul keranda kematiannya di sore hari
    Sahabat-sahabatnya saling berdesakan untuk melayatnya
    Bilalah pemandangan berlebihan itu diperlakukan maut untuknya.
    Sungguh itu pantas karena dia adalah dermawan dan penuh kasih.

    

Sunday, 10 July 2011

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua


Allah Azza wa Jalla berfirman:"Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan  menyembah selain Dia dan hendakalah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang,dan ucapkanlah:"Wahai Tuhanku,kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua mengasihi telah mendidik aku diwaktu kecil."(Q.S Al-Israa' :23-24)

Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman,Abdullah bin Mas'ud ra berkata:

Wednesday, 6 July 2011

KAUM-KAUM ARAB

    Para sejarawan membagi kaum-kaum Arab berdasarkan garis keturunan asal mereka menjadi 3 bagian,yaitu:

1.Arab Ba'idah,yaitu kaum-kaum Arab kuno yang sudah punah dan tidak mungkin melacak rincian yang cukup tentang sejarah mereka.Seperti Ad,Tsamud,Thasm,Judas,Imlaq (bangsa raksasa) dan lain-lainnya.

2.Arab Aribah,yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Ya'rib bin Qahthan,atau disebut pula Arab Qahthaniyah.

3.Arab Musta'ribah,yaitu kaum-kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Ismail,yang disebut pula Arab Adnanniyah.

Friday, 1 July 2011

Hak-hak Tetangga dan Wasiat Berbuat Baik Kepadanya

Allah Azza wa Jalla berfirman:"Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak,karib kerabat,anak-anak yatim,orang-orang miskin,tetangga yang dekat,tetangga yang jauh,teman sejawat,ibnu sabil dan hamba sahaya.(Q.S An-Nisaa':36)

Diriwayatkan dari Abu Dzar ra,telah bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

Wednesday, 29 June 2011

PUISI CINTA DARI "WALI"



Ini adalah senaskah kesedihan yang aku kirimkan.
Melalui diriku yang dipenuhi duka cita oleh jiwa yang lain.
Sesungguhnya kau telah berhasil menghancurkan belengguku dan meraih kemerdekaan.
Sudah bertahun aku mengikat tali cintaku tanpa makna.
Sudah bertahun malamku berlalu dengan mengagungi Maha pencipta dalam persembunyianku yang ditemani oleh keangkuhan dunia.
Kau juga adalah penyembuh dari semua yang salah pada diriku.
Namun saat ini kau juga adalah penyakitku.
Kau seperti mahkota yang dibuat untukku tetapi menghiasi insan lain.
Kau adalah surga,aku yakin itu.
Namun  aku tidak menemukan kunci untuk membuka gerbangya.
Kau ibarat seperti seorang pencuri.
Yang sedang bergembira atas apa yang dicurinya.
Kau memberi segala jiwa dan cinta yang ada.
Jalan cinta sejati hanya dapat ditempuhi oleh mereka yang siap melupakan diri mereka.
Demi cinta,kesetiaan harus dibayar dengan darah dari jantung kita dari ketenangan jiwa kita.
Jikalau tidak,cinta tak berarti apa-apa.
Maka biarkanlah cinta kita menjadi pelindung rasi-rasi kita.
Biarkan kesengsaraan yang dibawa oleh cinta membelah jiwa.
Marilah kita berjalan menuju kepada-Nya.
Menghadap dan bersujud memalingkan wajah kepada-Nya.
Memberikan segala jiwa kepada-Nya dengan membawa cinta sejati yang tak akan pernah mati.
Karena cinta buat-Nya akan kekal abadi.

Salam dari gembala rindu,"WALI"

Monday, 27 June 2011

3 Orang Yang Dapat Berbicara Ketika Masih Dalam Buaian

    Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah,Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam bersabda:
"Ada 3 orang yang dapat berbicara ketika masih dalam buaian:
1.Nabi Isa Alahissalam

2.Kemudian ada seorang laki-laki dari bani Israil yang dikenal bernama Juraij,ketika sedang sholat,ibunya mendatanginya lalu memanggilnya,dia berkata (dalam hati) apakah aku jawab atau terus melakukan shalat?Lalu sang ibu berkata,"Ya Allah,jangan matikan dia sebelum dia melihat wajah pelacur.Saat itu Juraij ditempat khusus ibadahnya,lalu ada seorang wanita yang merayunya,namun dia (Juraij) menolaknya.Kemudian wanita tadi mendatangi penggembala dan mengajaknya berhubungan badan dengannya.Dari perbuatan tersebut lahirlah seorang bayi,ketika wanita tersebut ditanya tentang siapa yang berbuat zina dengannya?Wanita tersebut menunjuk Juraij.Orang-orang segera mendatangi Juraij,mereka merobohkan tempat ibadahnya dan mengeluarkan Juraij darinya disertai caci maki terhadapnya.Lalu Juraij berwudhu dan melakukan sholat kemudian mendatangi bayi tersebut dan bertanya kepadanya,"Siapakah bapakmu nak?" Dia berkata,"Si Fulan sang penggembala."Kaumnya (menyesali perbuatan mereka dan) berkata kepada Juraij,"Maukah kami dirikan bangunan khusus untuk ibadah bagimu yang terbuat dari emas?"Dia berkata,"Tidak"Cukup dengan tanah.

3.Ada seorang wanita dari Bani Israil yang menyusui anaknya,lalu datang seorang pengendara yang berparas rupawan,maka wanita tersebut berkata,"Ya Allah jadikanlah anakku seperti dia," Tiba-tiba sang anak berhenti menyusu dan melihat ke arah sang pengendara tersebut seraya berkata,"Ya Allah jangan jadikan aku seperti dia."Lalu dia kembali menyusu kepada ibunya.Kemudian lewat seorang budak,lalu sang ibu berkata,"Ya Allah jangan jadikan anakku seperti dia." Lalu sang anak berhenti menyusu dan berkata,"Ya Allah,jadikan aku seperti dia."Ibunya berkata,"Mengapa demikian?" Sang anak berkata,"Penunggang tersebut merupakan orang yang kejam,sedangkan budak wanita tadi dituduh mencuri dan berzina padahal ia tidak melakukannya."(HR Bukhari no.3252 dan Muslim no.2550)

Sunday, 26 June 2011

Perdebatan antara Nabi Adam dan Musa 'Alaihimassalam

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah ra,dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Musa mendebat Adam alaihissalam dengan berkata kepadanya,"Engkau telah menyebabkan manusia keluar dari surga dan sengsara karena dosamu."
Adam berkata,"Wahai Musa,Engkau adalah orang yang telah Allah pilih untuk membawa risalah-Nya dan berbicara dengan-Nya,akankah engkau cela aku atas perbuatan yang telah Allah tetapkan atasku sebelum aku diciptakan,atau telah ditentukan kepadaku sebelum aku diciptakan?
Rasulullah Shollallahu alaihiwasallam bersabda:"Adam dapat mengalahkan argumen Musa."(HR Bukhari no.4461).

   Seakan Adam berkata kepada Nabi Musa alahissalam,"Dikeluarkannya aku sebab memakan pohon bukan menjadi sebab dikeluarkannya kalian.Yang menyebabkan hal itu adalah ketentuan dan ketetapan-Nya sebelum aku diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla.Engkau mencelaku atas perkara yang tidak ada kaitannya dengan larangan kepadaku untuk memakan pohon itu dan kemudian aku memakannya.Dikeluarkannya kalian bukan sebab perbuatanku,aku tidak mengeluarkan diriku dan kalian dari surga,akan tetapi itu semua adalah ketentuan Allah dan perbuatan-Nya,Dia memiliki hikmah dalam masalah itu."
   Karena itu Adam alaihissalam dikatakan dapat mengalahkan argumen Musa.
Hadits di atas tidak boleh ditolak karena Shahih dan mutawatir.Namun juga tidak boleh bagi seseorang menjadikan hadits tersebut untuk menjadikan takdir Allah sebagai alasan untuk berbuat maksiat.Karena jika demikian akan lahir perbuatan-perbuatan yang sangat buruk.
  Sebagian ulama mengatakan bahwa jawaban Nabi Adam alaihissalam adalah menjadikan takdir sebagai argumen atas musibah yang menimpanya bukan kemaksiatan yang dilakukannya.

Monday, 13 June 2011

GATRA

(Cintaku buatmu bagaikan huruf-huruf yang terpatri disetiap helaian kitab)

Bila kini kusesali
Dikau tak mungkin kembali
Saat jatuh cinta lagi
Adakah yang masih mengerti

   Aku masih di sini
   Mengira detik-detik terakhir
   Kala rinduku berdarah
   Masihkah aku teguh menantinya



Tak kan terdaya mengungkapkan rasa
Satu antara resah yang berjuta
Hadirnya gerhana ketika terpancar pelangi yang indah
Saat tertawa berbungakan duka
Bila ada dan tiada putus ditengahnya
Hingga kan berubah lumpuh lafaz semua aura gatra kata.

(Cintaku buatmu bagaikan air yang mengalir di lautan yang sempit)

Friday, 13 May 2011

WASIAT NABI NUH عليه السلام KEPADA ANAKNYA

Dari Abdullah bin Amr,Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya Nabi Allah,Nuh عليه السلا ketika menjelang ajalnya berkata kepada anaknya,"Aku akan berwasiat kepadamu:Aku perintah dan dan aku larang engkau dari 2 perkara.
1.-Aku perintahkan engkau dengan لااله الّا الله,karena jika 7 lapis langit dan bumi diletakkan disatu sisi timbangan        danلا اله الّا الله diletakkan disisi lainnya,niscaya timbangan yang berisi لا اله الّا الله akan lebih berat.Dan seandainya  7 lapis langit dan bumi sebuah lingkaran kosong,maka yang memenuhinya adalah لا اله الّا الله.
   -Aku perintahkan engkau untuk membaca سبحان الله وبحمده karena hal itu merupakan penghubung segala sesuatu dan dengannya seorang makhluk diberi rizki.
2.Aku melarangmu dari syirik dan sombong.(HR Ahmad,dishohihkan oleh Syu'aib Al-Arna'uth)

Tuesday, 5 April 2011

Memikul AMANAH

Aku berdosa
Aku bingung
Aku malu
Aku Sungkan
This klimaks of confuse
Too confuse
Demi Allah aku minta ma'af
Meskipun mungkin kau tak memberi ma'af
Demi Allah aku minta ma'af
Aku tak bermaksud seperti itu
Sedikitpun tidak
Demi Allah aku minta ma'af atas keteledoranku
Ma'afkan aku
Hanya kau yang memiliki hati ini
Aku takut berjalan sendiri
Demi Allah ma'afkan aku